Jumat, 12 September 2014 - Asramart blogspot:
JF. Tahalele Mengungkapkan bahwa perkembangan asrama dalam sejarah pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut:
Dalam zaman mesir purba, kasta yang sangat berkuasa ialah kasta pendeta. Pusat-pusat pendidikan calon pendeta disebut sekolah kuil dan merupakan pusat kuliah yang teratur. Seluruh organisasi kuil disebut kesatuan rumah sejati. Disamping sekolah kuil ada juga asrama bagi pengajar, dimana penghuni asrama sebagian besar terdiri dari pendeta-pendeta. Ada juga asrama bagi para pelajarnya.
Dalam perkembangan “Indonesische Nederlandse School” di Kayutanam, Moh. Syafe’i juga membangun asrama yang cukup besar untuk menampung 300 murid. Selain itu terdapat juga ruang makan,dan dapurnya, restoran, lapangan tenis, taman bacaan, tempat bersenam dan lain-lain. Sementara dana untuk membangun dan menjalankannya, Moh. Syafe’I waktu itu hanya bermodalkan semboyan Carilah dan Usahalah sendiri, misalnya melalui mengadakan bazaar atau pasar derma.
Ki Hajar Dewantara dengan sistem amongnya dalam pelaksanaan Perguruan Kebangsaan Taman Siswa, menganjurkan supaya segala sesuatu harus didasarkan atas kekuatan sendiri. Itulah system hidup atas kakinya sendiri. Berkenaan dengan system among, maka diadakan pondok asrama. Wujudnya sebuah gedung untuk berguru dan bertempat tinggal guru dan siswa.
Pondok Modern Gontor (Ponorogo)
Pondok ini diselenggarakan dengan menggunakan cara-cara mendidik dan belajar menurut system modern. Semua pelajar berdiam di asrama sekolah (yang dilengkapi dengan aula besar untuk segala kepentingan pertemuan para pelajar/santri). Prinsip self government juga diterapkan di sini, di mana para pelajar mengorganisir sendiri perkumpulan yang terdiri dari bagian-bagian olahraga, kesenian, kesehatan, keagamaan, kepramukaan, pelajaran, penerangan dan sebagainya.
Dari uraian di atas, maka perkembangan asrama tidak bisan terlepas dari penyelenggaraan pendidikan itu sendiri. Murid-murid yang ditampung di asrama, dibina dalam suasana kekeluargaan, yang berguna sekali bagi hidup mereka selanjutnya di dalam masyarakat kemudian hari.
Sumber: http://manajemenlayanankhusus.wordpress.com/2012/06/04/postingan-ku/